LEAVE YOUR COMENT ^_^

HTML Comment Box is loading comments...

Followers

Photo Flipbook Slideshow Maker
Glitterfy.com - Photo Flipbooks Glitter Photos

* AYAT ALQURAN *

- ASMAUL HUSNA-

My Profile

My photo
A simple person who wants to do what she can do.Never give up with the situation but try to get up and be better than before .. Be Positive & Do The Best !

Chat with Me @ YM

    Lets Follow Me :)

    Last Blogging

    Showing posts with label TAUFIK HIDAYAT. Show all posts
    Showing posts with label TAUFIK HIDAYAT. Show all posts

    Kenangan Taufik di Pelatnas

    Taufik Hidayat , Bad Boy yang Sekaligus Golden Boy PB PBSI
    Kini Dia Memilih Terbang Sendiri



    Banyak prestasi yang sudah ditorehkan Taufik Hidayat bagi Indonesia. Sekarang dia memilih tak lagi berada di pelatnas. Regenerasi menjadi alasan dia mengambil keputusan tersebut.

    Tak seperti biasa, Taufik Hidayat menggunakan lapangan latihan jauh dari pintu masuk Pusat Bulu Tangkis PB PBSI di Cipayung, Jakarta Timur. Dia juga tak berlatih dengan sesama tunggal pria.

    Justru, dia bergabung dengan para pemain ganda di sudut lain. Tak disangka, itu menjadi kali terakhir Taufik mengayunkan raket di pelatnas Cipayung. Kali terakhir berlatih bersama rekan-rekan sesama pelatnas. Menjadi bagian dalam tim elite bulu tangkis tanah air selama 12 tahun dilakoninya.
    waktu terakhir saya berlatih di pelatnas. Saya akui itu berat. Tapi, mungkin itu yang terbaik

    Kabid Binpres PB PBSI Lius Pongoh menyatakan, Taufik sudah memberikan keterangan resmi tak masuk pelatnas. Namun, Taufik masih enggan memberikan keterangan.

    Barulah sehari kemudian (30/1), dia membenarkan pernyataan itu. ''Ya, kemarin menjadi agi saya dan (PB) PBSI,'' ucap Taufik membuka percakapan.

    Bukan tak disengaja, Taufik mengadakan acara siang itu. Dia tak ingin namanya hilang begitu saja seperti para mantan atlet yang tak diingat meski memiliki karir mendunia semasa menjadi atlet.

    Pernyataan itu sekaligus menegaskan langkah Taufik setelah sebulan lalu dipinang PB PBSI untuk kembali bergabung di pelatnas. Karir Taufik di pelatnas memang cukup panjang.�Selama 12 tahun, dia bergaung di sana.

    ''Itu proses panjang dan berliku-liku,'' imbuh dia. Rabu siang itu digunakannya untuk berpamitan kepada pengurus yang ada, Lius, dan Kasubid Pelatnas Christian Hadinata serta seluruh karyawan mulai cleaning service hingga tukang cuci. ''Tapi, belum semuanya bisa saya pamiti. Kemarin tidak sempat mengumpulkan semua,'' ucapnya.

    Ami Gumelar, istri Taufik, tak menyangkal malam sebelumnya, sepulang dari pelatnas, suasana di kediaman mereka sangat tegang. ''Taufik menceritakan saat-saat terakhirnya di pelatnas dengan berkaca-kaca. Tapi, semua ini harus kami hadapi bersama. Ini sudah wacana lama, bukan keputusan emosional,'' ucap Ami.

    Taufik memang tumbuh dan besar di sana setelah bergabung dengan PB SGS Elektrik Bandung. Berbagai prestasi prestisius, sikap kontroversial hingga kisah cintanya terukir di sana.

    Mulai menjadi ketua panitia Idul Adha, ketua panitia 17-an, sampai harus berjuang memperebutkan gelar juara Olimpiade serta kejuaraan dunia pernah menjadi kewajiban yang diemban Taufik. Medali emas Olimpiade itu pula yang membuat Taufik sudah ingin gantung raket.

    Di usia emasnya kala itu, pria kelahiran Bandung, 10 Agustus 1981, tersebut sudah berpikir mundur. ''Saya sudah berkonsultasi dengan orang tua, tapi mereka minta saya meneruskan dulu. Seiring berjalannya waktu, saya ternyata masih bisa memberikan prestasi untuk bangsa Indonesia,'' kenangnya.

    Setelah Olimpiade itu, Taufik justru menjadi tumpuan Indonesia. Setahun kemudian, dia menjadi juara dunia. Lantas, Asian Games juga masih dikuasainya. ''Sekaranglah waktu yang tepat. PBSI butuh regenerasi, utamanya tunggal pria,'' jelas Taufik.

    Dia juga membenarkan tak dipanggilnya Mulyo Handoyo, pelatih Taufik, ke pelatnas menjadi salah satu penyebab kebulatan tekadnya meninggalkan pelatnas. ''Tapi, bukan alasan pertama atau kedua. Karir Pak Mulyo masih lama, sedangkan saya sebagai pemain ada batasnya,'' ungkap Taufik.

    Juara enam kali Indonesia Terbuka itu masih bertekad menekuni bulu tangkis. Minimal delapan super series bakal dilakoni.

    Nah, di luar sana, Taufik tetap akan menggandeng manajemen yang dibentuk oleh teman-teman dan keluarganya. Untuk itu, ayah Natarina Alika Hidayat tersebut harus siap bekerja lebih keras.

    Maklum, semua biaya akomodasi, transportasi, dan pendaftaran menjadi tanggung jawabnya. Begitu pula tempatnya berlatih.

    ''Justru itulah yang menjadi motivasi agar saya berprestasi lebih baik. Masa emas saya sudah lewat.�Kini tinggal bagaimana saya memelihara yang saya miliki,'' tegas Taufik.

    Meski tak lagi masuk pelatnas, Taufik tidak akan meninggalkan Indonesia. Dia tetap akan membawa bendera Merah Putih dalam tiap turnamen yang diikuti.

    ''Keluarga kami sangat Merah Putih. Tidak mungkin Taufik berganti warga negara,'' tegas Ami.(femi diah/diq)
    leer más...

    Surat Pernyataan Taufik Hidayat


    STATEMENT RELEASE TAUFIK HIDAYAT

    Jakarta, 30 Januari 2009

    12 Tahun sudah saya mengalami berlatih, bermain, dan hidup di kompleks bulutangkis tercinta, Cipayung. Selama kurun waktu itu pula PB PBSI memberikan saya kesempatan untuk berbagi suka dan duka, merasakan kekalahan serta kemenangan. PB PBSI sebagai induk organisasi bulutangkis tertinggi di Indonesia telah mengajarkan saya banyak hal; tentang solidaritas, tentang jiwa besar, tentang kemandirian, tentang menyikapi baik dan buruk, serta yang paling utama adalah ajaran mengenai kebanggaan dengan harga diri yang tinggi saat memandang Bendera Merah Putih berkibar jauh di ujung tiang tertinggi, karena Menang adalah Sikap.

    Solidaritas, kebersamaan dan ikatan batin yang terjalin antara saya dengan lingkungan di Pelatnas sangat tinggi. Kami berbagi banyak hal dan bermacam peristiwa kekalahan dan kemenangan. Setelah 12 tahun berada di Pelatnas, pada akhirnya semuanya sudah tidak terasa seperti hubungan pekerjaan, namun lebih seperti sebuah keluarga besar.

    Untuk meninggalkan keluarga saya di Cipayung bukan hal yang mudah. Akan tetapi dengan maksud untuk mendorong regenerasi atlit yang berada dalam lingkup PB PBSI, Maka saya mengambil keputusan untuk bermain sendiridi luar naungan PB PBSI. Dengan harapan akan terciptanya estafet supremasi dan dapat mendorong "beban" akselerasi prestasi junior-junior saya. Mereka juga berhak mendapatkan kepercayaan untuk menjadi tumpuan harapan, seperti yang juga pernah saya alami. Saya harapkan bahwa dengan tanggung jawab yang lebih besar, mereka akan lebih termotivasi untuk menjadi yang terbaik.

    Apabila dilihat dari umur dan pencapaian yang telah saya hasilkan selama ini, mungkin ini merupakan saat yang tepat bagi saya untuk bermain sendiri di luar Pelatnas. Rencana yang sudah menjadi wacana ini pada akhirnya dapat terwujud pada saat kredibilitas karir saya masih terbilang bagus. Hal ini mengingat pengalaman para senior, yang pada akhirnya dikondisikan untuk mengundurkan diri saat prestasinya pudar atau cidera. Hal ini membuat saya harus berpikir positif dan efektif untuk masa depan saya dan keluarga.

    Namun demikian, tidak dapat dipungkiri fakta bahwa Saya menjadi Saya sekarang ini juga berkat dukungan PB PBSI. Terima Kasih yang tiada habisnya saya haturkan kepada PB PBSI beserta seluruh jajarannya, yang selama ini telah menjadi salah satu bagian terbesar dalam perjalanan hidup saya.

    Dimanapun saya berada, saya akan berjuang demi harkat dan martabat Indonesia, karena Saya percaya, bahwa bukan "Dimana" saya berjuang, tetapi untuk "Siapa" saya tetap berjuang akan selalu seiring dengan misi dari PB PBSI sendiri, yaitu bagi Negara Indonesia.

    Untukmu Indonesiaku,

    Taufik Hidayat
    leer más...
     
     

    Diseñado por: Compartidísimo
    Scrapping elementos: Deliciouscraps©